Bojonegoro – Kemarau yang telah berjalan kurang lebih 3 bulan ini mengakibatkan banyak daerah mengalami kekeringan. Hujan yang susah lama tidak turun menyebabkan sumur warga banyak yang mati. Akibatnya banyak warga mengambil air bersih dari sumber terdekat yang kadang jaraknya bisa berkilo-kilo meter. Atau bahkan warga beli dari penjual air keliling atau bantuan droping air bersih dari BPBD dan pihak lainya.
Kondisi ketika musim kemarau tersebut juga dialami warga Ds Gamongan RT 3 RW 1 Kec Tambakrejo Bojonegoro. Warga harus sabar mengambil air dari RT lainya. Akan tetapi kondisi tersebut sekarang telah berakhir. Warga Gamongan RT 3 kini mempunyai sarana air bersih berupa sumur bor, menara tandon, Tandon beserta perlengkapanya.
Sarana air bersih tersebut adalah bantuan hibah dari 4 lembaga yaitu Lembaga Manajemen Infaq, Yayasan Manarul ilmi ITS, Yayasan teman jalan Kebaikan serta Bumi Bhakti Foundation. Keempat pihak tersebut secara gotong royong membangun sarana air bersih untuk warga Gamongan.
Sabtu pagi, 8 Agustus 2026 bantuan sarana air bersih tersebut diresmikan. Lokasi sarana prasarananya disamping rumah dari bu RT 3 yaitu ibu Tarmini. Acara seremoni yg ditutup dengan pengguntingan pita oleh Bapak Kepala Dusun Gamongan Bpk. Mujianto tersebut dihadiri oleh belasan warga.
Pendeta Christian Tatuwo dari Bumi Bhakti Foundation menyampaikan dalam sambutanya, terimakasih yang banyak kepada koordinator program yaitu LMI atas berjalannya program ini. Karena dengan gotong royong akan meringankan biaya pembangunan.
“Kami perwakilan dari Pemdes Gamongan menyampaikan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh donatur yang telah membangun sarana air bersih di Desa kami” ucap Bpk. Mujianto selaku perwakilan warga dan Pemdes Gamongan.
