Kelangkaan LPG 3 Kg Jelang Idul Fitri Derita Warga Bojonegoro, Dinas Perdagangan Tak Dapat Ditemui

admin
1773734050680

BOJONEGORO – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, sebagian besar warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tengah menghadapi kesulitan mendapatkan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg). Gas bersubsidi yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat ini tidak hanya sulit ditemukan di pasaran, harga jualnya juga melambung jauh dari standar biasanya, sementara pihak Dinas Perdagangan tidak dapat ditemui untuk memberikan klarifikasi, Selasa (17/03/2026). 

Lusi, warga Ngrowo Kecamatan Bojonegoro, mengaku sudah satu minggu tidak bisa mendapatkan LPG 3 kg di toko-toko sekitar rumahnya. “Dulu bisa dengan mudah beli di toko dekat rumah, sekarang semua bilang kosong. Kalau ada yang menjual, harganya sampai Rp30.000 per tabung, padahal biasanya cuma Rp22.000 sampai Rp23.000 saja. Kan sangat memberatkan, terutama menjelang Lebaran yang butuh banyak bahan untuk memasak,” ungkapnya dengan prihatin.

Hal senada juga diungkapkan oleh Fatih, warga Karangpacar, mengungkapkan bahwa kondisi serupa sudah terjadi setiap tahun menjelang hari raya, membuatnya menduga adanya praktik tidak sehat di balik kelangkaan tersebut. “Rasanya aneh ya, setiap tahun aja begitu. Ada dugaan ada yang menimbun atau bermain dengan pasokan, tapi sepertinya diduga pihak berwenang tidak melakukan apa-apa, dan bahkan pihak pemerintah atau dinas terkait juga tidak bisa mengatasi hal ini, lalu apa kerja mereka sebenarnya.

Salah satu pemilik toko rumahan di kawasan Karangpacar mengakui bahwa kekosongan stok menjadi masalah utama yang dihadapinya. “Kita juga mau menjual, tapi kan tidak ada barangnya, sudah 1 Minggu toko tidak dapat barang. Kemarin suami juga sudah  mencoba beli di pos distribusi juga kosong. Banyak pelanggan yang datang bertanya, bahkan siap bayar mahal saja asal dapat, tapi kalau tidak ada barang tidak bisa apa-apa, kalau mau masak mengunakan kayu bakar juga berbahaya, karena di area perkotaan rumah-rumah berdekatan, berbeda dengan di desa” jelasnya dengan nada frustrasi.

Pegawai salah satu pangkalan LPG di Sukowati yang enggan disebutkan nama menjelaskan bahwa pengiriman yang datang baru-baru ini bukan merupakan pasokan tambahan. “Yang datang kemarin itu cuma sesuai jatah yang sudah ditentukan dari awal, bukan tambahan untuk menjelang Lebaran. Soal kapan ada tambahan pasokan, kami juga kurang tahu tapi semoga aja ada, karena informasi nya memang ada tambahan,” katanya.

Sebelumnya PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menyatakan telah menambah penyaluran LPG 3 kg untuk Bojonegoro sebesar 8 persen atau sekitar 90.487 tabung melalui mekanisme fakultatif dan extradropping. Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, juga menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi lancar.

“Kami telah menambah pasokan dan terus memantau agar elpiji subsidi dapat sampai ke masyarakat yang membutuhkan. Produk ini khusus untuk masyarakat kurang mampu dan usaha mikro, sehingga kami imbau bagi yang mampu untuk menggunakan elpiji nonsubsidi,” ucap Ahad Rahedi.

Sayangnya, hingga berita ini dibuat, upaya untuk menghubungi pihak Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro tidak berhasil. Pejabat terkait tidak ditemukan di kantor, sehingga tidak ada tanggapan resmi dari dinas terkait mengenai keluhan masyarakat dan kondisi kelangkaan LPG 3 kg yang terjadi.

Penulis : Ciprut Laela 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *