Bojonegoro – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Nurul Hayat meresmikan Musholla Turos Al-Arifin kolaborasi Corporate Social Responsibility (CSR) dengan Rene Turos Foundation Jakarta, merupakan perusahaan bergerak dibidang penerbitan buku Islam dan umum berkantor di Jakarta. Acara peresmian berlangsung di halaman Musholla Turos Al-Arifin di Desa Pelem Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro pada Sabtu 11/10/2025.
Founder Rene Turos Foundation Luqman Hakim mengatakan, hari ini bukan sekedar peletakan batu pertama, merekatkan semen, pasir dan batu tapi menanam doa, menyulam harapan dan menorehkan amal jariyah yang semoga terus mengalir kepada kita semua.
Seperti dawuh Kanjeng Nabi, lanjutnya, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. “Pada hari ini cahaya itu coba kita nyalakan bersama di Desa Pelem ini,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Informasi Publik DKI Jakarta ini.
Insya Allah musholla ini dibangun bukan hanya dari uang tapi dari hati yang bersih serta niat tulus Lillahi Ta’ala. Menjadi musholla yang hidup dan makmur, serta menjadi tempat kita semakin mendekat pada Allah SWT.
“Terima kasih kepada semua pihak yang hadir bekerja. Rene Turos Foundation, Pengurus Nurul Hayat Bojonegoro, keluarga Ibu Umi (wakif tanah), jajaran Koramil dan Kapolsek Purwosari, pada ulama sesepuh dan warga yang ikut bergotong royong mnsukseskan acara ini,” tandas santri alumni Gontor ini.
Suhariono, Div Program Nurul Hayat mengaku senang bisa terwujud Musholla Turos Al-Arifin kerjasama dengan Rene Turos Foundation sehingga pembangunan bisa diselesaikan dalam waktu 2 bulan saja.
“Semoga kerja sama ini terus terjalin dengan program-program kemanfaatan di pedesan, khususnya di wilayah Bojonegoro yang masih banyak dijumpai sarana ibadah di pelosok desa yang perlu dibangun lebih baik lagi,” terangnya.
Sementara, Ahmad Muhajir, pegiat Filantropi Islam Nurul Hayat Bojonegoro menambahkan, Laznas Nurul Hayat Bojonegoro selama ini telah membedah dan membangun kembali musholla ke 17 di pedalaman dan pelosok desa. Rerata kondisi musholla dari kayu geladak, bahkan ada yang dari sesek bambu, musholla reyot, ada pula yang kondisinya ambruk karena tiang penyangganya keropos dimakan usia.
Diantaranya diwilayah Babat, Kedung Adem, Sukosewu, Ngraho, Sekar, Tambakrejo, Margomulyo, di Dusun Jepang Kampung Samin dan terakhir di Purwosari.
Disamping itu juga menyakurkan program “Surga Desa” (Sumur Air Bersih Untum Warga Desa), yaitu program membantu warga mengatasi kekeringan dengan layanan drooping air bersih, pembuatan sumur bor untuk musholla, masjid dan pondok pesantren, juga perbaikan sanitasi dan bedah rumah yatim dhuafa. Untuk itu kami siap berkolaborasi dengan pemerintah, swasta dan program-program CSR perusahaan untuk kemanfaatan bersama.
“Harapannya, Nurul Hayat terus dipercaya menjadi mitra umum dan masyarakat sehingga kehadirannya dirasakan kemanfaatannya untuk warga yang berhak di wilayah Bojonegoro,” paparnya.
