Surabaya – Gelombang demonstrasi besar diperkirakan akan mengguncang Kota Surabaya pada 3 September 2025. Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat Jawa Timur berencana turun ke jalan, memusatkan aksi mereka di depan Gedung Grahadi, kantor Gubernur Jawa Timur, Senin (01/09/2025).
Tuntutan utama dari aksi ini adalah mendesak Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Aksi ini dipicu oleh seruan pengacara Cak Sholeh, yang aktif melalui platform TikTok menyuarakan agar Khofifah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah provinsi yang mencapai triliunan rupiah.
Selain isu korupsi, massa juga membawa tuntutan lain yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Dalam flayer yang dipublikasikan oleh Cak Sholeh, demonstran menuntut penghapusan tunggakan pajak kendaraan bermotor roda dua dan roda empat. Mereka juga menyoroti praktik pungutan liar (pungli) yang masih terjadi di sekolah-sekolah SMA/SMK negeri di Jawa Timur, mendesak agar praktik tersebut segera dihentikan.
Konsolidasi massa telah dilakukan sejak 21 Agustus 2025, di mana disepakati tiga isu utama yang akan dibawa dalam aksi demonstrasi: dugaan korupsi dana hibah, pengampunan pajak kendaraan bermotor, dan perbaikan pelayanan pendidikan. Aksi ini diprediksi akan menjadi salah satu demonstrasi terbesar yang pernah terjadi di Surabaya dalam beberapa tahun terakhir. Pihak kepolisian telah menyiapkan pengamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.
Penulis : Ciprut Laela
