Surabaya Membara: Demonstrasi Kekerasan Aparat Meluas ke Empat Titik Kota

admin
Oplus 131072
Oplus_131072

Surabaya – Kota Surabaya mencekam pada Kamis malam (29/8/2025) ketika demonstrasi yang mengangkat isu “Darurat Kekerasan Aparat” berubah menjadi kerusuhan yang meluas ke empat titik strategis di pusat kota. Aksi yang awalnya terpusat di depan Gedung Negara Grahadi, kini menyebar dan memicu bentrokan di berbagai lokasi.

Titik-titik kericuhan meliputi Jalan Gubeng Pojok, Jalan Sumatra, kawasan Taman Bungkul, dan Jalan Basuki Rahmat (depan Tunjungan Plaza). Di Jalan Gubeng Pojok, massa aksi membakar tumpukan ban bekas, menciptakan blokade jalan yang menyulitkan lalu lintas. Sementara itu, Jalan Sumatra lumpuh total setelah demonstran menutup akses dengan berbagai rintangan, Sabtu (30/08/2025). 

Situasi semakin memanas di kawasan Taman Bungkul, Jalan Darmo, ketika massa berhasil membakar sebuah pos polisi sekitar pukul 21.45 WIB. Insiden ini menjadi simbol kemarahan demonstran terhadap aparat. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut.

Di Jalan Basuki Rahmat, tepatnya di depan Tunjungan Plaza, massa menerapkan taktik “hit and run” dalam menghadapi aparat keamanan. Aksi ini menyebabkan kepanikan di kalangan pengunjung mal dan pedagang di sekitar lokasi, memaksa pihak Tunjungan Plaza untuk menutup operasional lebih awal.

Pihak kepolisian telah mengerahkan kendaraan water cannon dan meningkatkan penggunaan gas air mata untuk membubarkan massa. Strategi penanganan difokuskan ke empat titik kericuhan yang berbeda. Aparat keamanan berupaya melakukan pendekatan bertahap, namun perlawanan dari demonstran memperlambat proses pemulihan keamanan.

Penyebaran aksi demonstrasi ini praktis melumpuhkan aktivitas di pusat Kota Surabaya. Jalur-jalur utama yang biasanya ramai dengan aktivitas ekonomi dan transportasi kini sepi karena ditutup atau dihindari oleh masyarakat.

Hingga pukul 22.50 WIB, situasi di keempat lokasi tersebut masih belum sepenuhnya terkendali. Meskipun intensitas bentrokan mengalami pasang surut, demonstran tetap bertahan di lokasi masing-masing. Pihak berwenang terus berupaya untuk memulihkan keamanan dan ketertiban di Kota Surabaya.

Penulis : Ciprut Laela 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *