BOJONEGORO – Kader Partai NasDem Kabupaten Bojonegoro kembali menegaskan sikap kerasnya terkait pemberitaan Majalah Tempo yang dinilai tidak proporsional dan melanggar etika jurnalistik. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap laporan mengenai wacana penggabungan atau merger dengan Partai Gerindra, yang juga disertai visualisasi sampul yang dianggap merendahkan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Dalam pernyataan sikap resmi yang dikeluarkan, kader NasDem Bojonegoro menegaskan beberapa poin utama:
1. Menyatakan keberatan atas pemberitaan yang dinilai tidak menjunjung tinggi etika jurnalistik.
2. Menuntut Majalah Tempo meminta maaf secara terbuka dan tertulis kepada Surya Paloh serta seluruh kader NasDem di Indonesia.
3. Mendesak Dewan Pers untuk bertindak tegas terhadap pemberitaan tersebut.
4. Meminta pihak terkait menjatuhkan sanksi berat hingga penonaktifan, karena dianggap telah mencederai fungsi media sebagai penyaji informasi akurat.
5. Menuntut proses hukum yang adil jika terbukti terdapat pelanggaran.
Lebih lanjut, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bojonegoro menyatakan siap mengawal permasalahan ini hingga ke tingkat pusat di Jakarta. Hal ini menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan keadilan dan klarifikasi atas pemberitaan yang dianggap merugikan.
Tidak hanya pengurus, seluruh kader NasDem di Bojonegoro juga bersikap keras dan solid. Mereka menegaskan tidak akan mundur sebelum Majalah Tempo meminta maaf secara resmi dan masalah ini diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Penulis : Ciprut Laela
