Gedung Grahadi Surabaya Dilalap Api dan Dijarah Massa  

admin
Oplus 131072
Oplus_131072

Surabaya – Gedung Negara Grahadi, yang merupakan kompleks rumah dinas Gubernur Jawa Timur di Jalan Raya Gubernur Suryo, Surabaya, menjadi sasaran amuk massa pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Insiden ini diwarnai dengan aksi pembakaran dan penjarahan yang menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan tersebut.

Api mulai berkobar di sisi barat Grahadi sekitar pukul 21.30 WIB. Kobaran api terlihat membubung tinggi, menghanguskan sebagian dari gedung bersejarah tersebut. Peristiwa ini terjadi tak lama setelah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan pertemuan dengan para demonstran di depan gedung, Minggu (31/08/2025). 

Salah satu ruangan yang terdampak parah adalah press room, yang biasa digunakan oleh wartawan. Selain terbakar, sejumlah komputer di dalam ruangan tersebut juga dirusak dan dibawa keluar oleh sekelompok orang.

Dikutif dari beberapa sumber media penjarahan juga terjadi di beberapa bagian sisi barat Gedung Negara Grahadi. Massa terlihat membawa berbagai macam barang, mulai dari karpet, meja, kardus berisi berkas, kasur, kursi kantor, komputer jinjing, hingga tabung alat pemadam api ringan (APAR). Aksi penjarahan ini terjadi sekitar pukul 22.25 WIB.

Saat para pelaku penjarahan melintas di tengah kerumunan warga, mereka diteriaki “cair, cair cak” oleh masyarakat di sekitar Jalan Gubernur Suryo yang mengarah ke Jalan Basuki Rahmat.

Api yang membakar Gedung Negara Grahadi diduga kuat berasal dari aksi unjuk rasa ribuan orang yang memadati Jalan Gubernur Suryo. Sebelum kebakaran terjadi, beberapa kali terdengar letusan petasan dari arah massa yang bergerak ke dalam area gedung.

Ruangan yang dilaporkan terbakar meliputi ruang kerja Wakil Gubernur Jawa Timur, ruang biro rumah tangga, ruang biro umum, serta ruang wartawan kelompok kerja (pokja).

Hingga pukul 23.02 WIB, massa masih memadati jalan di depan Gedung Negara Grahadi. Mereka terus menyalakan kembang api yang diarahkan ke gedung tersebut. Namun, pada pukul 23.06 WIB, massa akhirnya membubarkan diri setelah sejumlah truk dan mobil kepolisian tiba dari arah Jalan Tunjungan.

Penulis : Ciprut Laela 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *