Bojonegoro – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro menerima kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Satuan Pendidikan Muadalah dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk memastikan pengelolaan dan pelaporan dana BOS pada Satuan Pendidikan Muadalah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hadir dalam kegiatan tersebut Moh. Yunus Arifin, Ketua Tim Sistem Informasi dan Perencanaan Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.
Dalam arahannya, Moh. Yunus Arifin menekankan pentingnya pemutakhiran data pada aplikasi EMIS. Menurutnya, data EMIS memiliki peran penting karena menjadi salah satu dasar dalam berbagai kebijakan, termasuk penyaluran bantuan operasional.
“Data EMIS kita masih relatif kecil. Oleh karena itu, satuan pendidikan harus lebih proaktif dalam melakukan pembaruan dan pemutakhiran data EMIS. Jangan menunggu, tetapi segera melakukan update apabila terdapat perubahan data,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa alokasi BOS mengacu pada data yang tercantum dalam EMIS. Karena itu, ketepatan, kelengkapan, dan validitas data menjadi hal yang harus mendapatkan perhatian serius dari setiap satuan pendidikan.
Selain itu, Moh. Yunus juga mengingatkan agar pengelolaan dana BOS dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Setiap penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan dan dilaporkan melalui aplikasi yang telah disediakan.
“Laporan BOS harus diunggah melalui aplikasi dan penggunaan anggarannya harus benar-benar sesuai dengan juknis. Administrasi dan pertanggungjawaban harus tertib,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa kondisi efisiensi anggaran yang tengah dilakukan menyebabkan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur belum dapat melaksanakan kegiatan bimbingan teknis secara langsung. Oleh sebab itu, satuan pendidikan diharapkan tetap aktif mencari informasi, memahami regulasi, serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait apabila menghadapi kendala dalam pengelolaan BOS.
Sementara itu, Plt. Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Bojonegoro yang juga Kepala KUA Kecamatan Bubulan, Siswono, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum penting bagi pengelola Satuan Pendidikan Muadalah untuk meningkatkan kualitas tata kelola administrasi dan pengelolaan bantuan.
“Melalui kegiatan monev ini, kami berharap seluruh satuan pendidikan semakin memahami pentingnya tertib administrasi, khususnya dalam pemutakhiran data EMIS dan pelaporan BOS. Data yang valid akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan berbagai kebijakan dan program bantuan,” ujar Siswono.
Ia juga mengajak seluruh pengelola Satuan Pendidikan Muadalah di Kabupaten Bojonegoro untuk lebih proaktif dalam memperbarui data serta memastikan pengelolaan dana BOS dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan petunjuk teknis.
“Kami berharap seluruh satuan pendidikan dapat menjadikan kegiatan ini sebagai bahan evaluasi bersama. Apabila ada kekurangan, segera dilakukan perbaikan. Jangan sampai persoalan administrasi maupun data menjadi kendala dalam memperoleh dan mengelola program bantuan yang telah disediakan pemerintah,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi BOS Satuan Pendidikan Muadalah tersebut, diharapkan pengelolaan bantuan operasional di Kabupaten Bojonegoro semakin tertib, akuntabel, serta didukung oleh data EMIS yang valid dan mutakhir.
