BOJONEGORO – Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro terus memperkuat peran aktifnya dalam pembangunan daerah. Melalui konferensi pers yang digelar di Aula Makodim, Jalan Cokroaminoto, Jumat (3/4/2026), Komandan Kodim Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto memaparkan sejumlah program strategis yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat dan perbaikan infrastruktur.
Salah satu fokus utama yang diusung adalah pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Institusi ini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang mampu mendorong kemandirian dan kesejahteraan warga.
“Program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat Bojonegoro. Kemandirian ekonomi ini adalah fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan,” ujar Dedy Dwi Wijayanto.
Ia juga menegaskan keterbukaan institusi terhadap masukan publik. Menurutnya, kritik dan saran yang membangun justru menjadi bagian penting dari proses perbaikan dan kemajuan bersama.
Kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap program pembangunan yang dilaksanakan, karena keberhasilan ini adalah milik kita bersama.
* Bangun Jembatan, Perkuat Konektivitas
Selain sektor ekonomi, Kodim 0813 juga gencar melaksanakan pembangunan infrastruktur, khususnya pembangunan jembatan desa yang saat ini telah terealisasi di 10 titik lokasi.
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan pemerataan pembangunan, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya tersentuh. Kehadiran jembatan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga serta distribusi hasil produksi pertanian dan usaha lokal.
“Kami berupaya hadir sebagai pelengkap, khususnya bagi desa-desa yang masih memerlukan dukungan sarana dan prasarana,” jelasnya.
* Teknologi Geolistrik untuk Air Bersih
Dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Kodim juga menginisiasi program penyediaan air bersih. Mengingat kondisi wilayah yang rawan kekeringan saat musim kemarau, pendekatan teknologi digunakan untuk mencari solusi jangka panjang.
“Kami akan memanfaatkan teknologi geolistrik untuk mengidentifikasi potensi sumber air bawah tanah secara presisi. Hal ini dilakukan agar warga tidak lagi kesulitan mendapatkan akses air bersih,” tutur Dedy.
* Sinergi Kunci Keberhasilan
Lebih lanjut, Dandim 0813 menekankan bahwa seluruh program tersebut tidak akan berjalan maksimal tanpa kolaborasi yang baik. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan.
“Keberhasilan inisiatif ini sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor. Pendekatan partisipatif menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam setiap pelaksanaan tugas kami,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata perluasan peran TNI, tidak hanya dalam fungsi pertahanan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan di tingkat lokal.
Penulis : Ciprut Laela
