Bojonegoro – Penandaan rumah warga dengan stiker “Keluarga Miskin” di Kecamatan Sukosewu dan Kecamatan Bojonegoro berhasil mengidentifikasi sasaran yang tepat sesuai kondisi ekonomi nyata. Namun, kebenaran data tersebut justru membuat warga semakin kesal karena bantuan yang seharusnya diberikan tidak pernah sampai ke tangan mereka, Minggu (04/01/2026).
“Rumah dapat jatah tempel stiker kategori keluarga miskin, tapi bantuannya selama ini tidak pernah cair, kira-kira kemana? Kalau stikernya dilepas salah atau tidak?” ujar salah satu warga Kecamatan Sukosewu dengan suara penuh kebingungan dan rasa tidak adil.
Hal serupa disampaikan warga dari Kecamatan Bojonegoro dengan nada kesal. “Eh – lha ya dapat stiker kategori keluarga miskin, bantuanya tercatat ini-itu, tapi tidak pernah dapat apa-apa,” keluhnya.
Konsep penandaan stiker awalnya dirancang untuk mempermudah pendataan dan mempercepat distribusi bantuan sosial, menjamin bahwa bantuan tepat sasaran ke keluarga yang paling membutuhkan. Verifikasi lapangan membuktikan, rumah-rumah yang ditempel stiker memang merupakan keluarga dengan penghasilan rendah, pekerjaan tidak tetap, dan kondisi hunian yang sederhana.
Kritik Tertuju pada Sistem Distribusi yang Gagal
Masalah inti bukan pada identifikasi sasaran, melainkan pada tahap distribusi yang penuh celah. Banyak warga mengaku telah menunggu berbulan-bulan tanpa pernah menerima bantuan apapun – baik berupa sembako, uang tunai, maupun akses ke program bantuan lainnya.
Kekurangan dalam sistem pemantauan dan pelaksanaan distribusi menjadi akar masalah yang membuat tujuan utama program ini hancur berkeping-keping. Tidak hanya mengecewakan, kondisi ini juga berpotensi merusak kepercayaan masyarakat yang sudah mulai menurun terhadap program pemerintah.
Tuntutan Evaluasi Mendalam
Warga menginginkan pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap alur distribusi bantuan. Tak cukup hanya memasang stiker sebagai tanda identifikasi, pemerintah harus memastikan setiap rupiah bantuan dan barang yang disalurkan benar-benar sampai ke keluarga yang layak menerimanya.
Penulis : Ciprut laela
