BOJONEGORO – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro mengelar acara Fun Walk GRB dalam rangka Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kemenag Republik Indonesia pada Hari Kamis, 18 Desember 2025 pukul 06.00 WIB, dengan titik start dan finish di MAN 2 Bojonegoro, Jalan Monginsidi No. 158 Sukorejo Bojonegoro. Acara yang ditargetkan diikuti sekitar 7.300 orang ini menuai protes dari sebagian guru karena adanya ketidakjelasan terkait penggunaan uang pendaftaran yang dikenakan.
Salah satu narasumber dari Kemenag Bojonegoro yang tidak ingin disebutkan namanya mengakui bahwa peserta acara terdiri dari sekitar 6.000 guru dari jenjang pendidikan RA hingga Aliyah (1.600 di antaranya sudah bersertifikasi) serta 1.300 pegawai Kemenag Bojonegoro. Setiap peserta wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp100 ribu.
“Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) akan dikenakan potongan langsung dari gaji tampa adanya persetujuan dari pihak guru p3k. Sedangkan untuk guru, pendaftaran dikumpulkan melalui koordinator masing-masing Kantor Kemenag Kecamatan (KKM), dengan pendataan melalui kepala madrasah sebelum diserahkan ke Pejabat kemenag yang menjadi ketua HAB ke 80 Kasubag TU (SH) ” jelas narasumber tersebut.
Sampai saat ini, uang pendaftaran yang terkumpul diperkirakan hampir mencapai 1 Miliaran. Namun, kekhawatiran muncul karena pihak penyelenggara menyatakan bahwa semua kebutuhan persiapan dan hadiah acara sudah diperoleh melalui bantuan mitra serta stakeholder Kemenag lainnya.
“Jika semua hadiah dan persiapan sudah didukung oleh mitra, maka untuk apa uang pendaftaran sebanyak itu dikumpulkan? Kami meminta klarifikasi terkait alokasi dana ini,” tegas narasumber tersebut yang mewakili keluhan sebagian guru.
Hingga artikel ini diterbitkan, pihak Kemenag Kabupaten Bojonegoro belum memberikan penjelasan resmi terkait rincian penggunaan dana pendaftaran yang dikumpulkan dari ribuan peserta.
Penulis : Ciprut Laela
