Daerah  

Pangsud Bojonegoro Jadi “Kolam Dadakan” Lagi – Drainase Diduga Asal-Asalan Buat Warga Geram

admin
1765199073105

Bojonegoro – Hujan deras yang mengguyur Kota Bojonegoro pada Senin sore (8/12/2025) kembali mengungkapkan masalah serius di Jalan Panglima Sudirman (Pangsud). Alih-alih memberikan kenyamanan, pembangunan drainase (uditch) yang menelan anggaran APBD tidak sedikit justru membuat kawasan tersebut berubah menjadi “kolam dadakan” yang menyulitkan warga.

Genangan air memenuhi seluruh badan jalan, membuat pengendara motor dan mobil kesulitan melintas – bahkan beberapa sepeda motor dilaporkan mogok karena air yang hampir menutupi permukaan jalan. Kondisi ini semakin memanas karena tidak hanya drainase yang gagal, pembangunan drainase yang setiap tahun dilakukan tanpa memberikan manfaat apapun.

“Setiap hujan lebat, pasti begini. Jalan Pangsud selalu tergenang. Seolah-olah drainase dan kali afur tak berfungsi sama sekali, warga sudah capek mengeluh,” ujar Arif, warga setempat.

Menurutnya, pembangunan yang digadang-gadang mampu mengurai banjir justru menjadi musibah besar. “Seolah-olah pembangunan itu hanya asal-asalan saja, tanpa memikirkan fungsi semestinya. Drainase tidak mampu menampung air, trotoar kelihatan rapi dan cantik namun juga tidak berguna,” tambahnya.

Kecurigaan publik semakin menguat karena proyek tersebut nyatanya tidak memberi dampak signifikan – jangankan memperbaiki, justru memperburuk kondisi jalan ketika hujan turun. “Anggaran APBD itu uang rakyat. Seharusnya jadi contoh pembangunan yang baik, bukan proyek yang hanya menghabiskan uang tanpa hasil maksimal. Warga yang lewat jadi korban,” tegas Arif.

Masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Bojonegoro segera turun tangan dan memberikan solusi yang tepat. “Pemerintah harus dengar jeritan warga. Jangan sampai mengabaikan keselamatan pengguna jalan,” pinta mereka.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari instansi PU Bina Marga terkait penyebab banjir berulang dan kegagalan pembangunan di kawasan Jalan Panglima Sudirman.

Penulis : Ciprut Laela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *