Sri Mulyani Soroti Gaji Guru dan Dosen: Tantangan bagi Keuangan Negara

admin
Img 20250809 063516

Jakarta, 9 Agustus 2025 – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti isu gaji guru dan dosen yang banyak diperbincangkan di media sosial. Menurutnya, rendahnya gaji menjadi tantangan bagi keuangan negara. Hal ini disampaikan dalam konvensi sains, teknologi, dan industri Indonesia pada Kamis, 7 Agustus 2025.

“Banyak di media sosial, saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya enggak besar. Ini juga salah satu tantangan bagi keuangan negara,” ujarnya, seperti dikutip dari YouTube Institut Teknologi Bandung.

Sri Mulyani mempertanyakan apakah semua kebutuhan pendanaan harus berasal dari keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut bentuk partisipasi masyarakat yang dimaksud.

Pernyataan ini disampaikan saat Sri Mulyani membahas anggaran pendidikan tahun 2025 yang mencapai Rp 724,3 triliun. Anggaran tersebut dibagi menjadi tiga kluster: benefit bagi siswa dan mahasiswa, gaji dan tunjangan guru dan dosen, serta pembangunan infrastruktur.

Alokasi untuk guru dan dosen mencakup gaji hingga tunjangan kinerja (tukin). Pemerintah juga memberikan tunjangan profesi guru non-PNS kepada 477,7 ribu guru dan sertifikasi kepada 666,9 ribu guru.

Selain itu, anggaran pendidikan juga digunakan untuk berbagai program, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk 1,1 juta mahasiswa, Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 20,4 juta siswa, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi 9,1 juta pelajar, Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) ke hampir 200 kampus negeri, beasiswa LPDP, dan digitalisasi pembelajaran.

Penulis : Ciprut laela 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *