BOJONEGORO – Akses air bersih dan sanitasi yang layak merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Namun, kondisi ini belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat, terutama di wilayah yang kerap dilanda krisis air saat musim kemarau tiba. Salah satu daerah yang setiap tahun menghadapi masalah ini adalah Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.
Setiap kali memasuki musim kemarau, sebanyak 87 Kepala Keluarga (KK) di lingkungan RT 3 RW 1 Desa Gamongan selalu kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Para warga terpaksa menempuh perjalanan jauh ke desa tetangga demi mencari air, atau harus mengantre berjam-jam di fasilitas PAM desa yang kerap kali tidak beroperasi.
Merespons kondisi tersebut, Lembaga Manajemen Infaq (LMI) bergerak cepat menghadirkan solusi dengan membangun sarana air bersih secara gratis bagi warga setempat. Pembangunan yang dilaksanakan pada Selasa, 28 Juli 2026 ini menjadi titik ke-21 yang dibangun LMI di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Sarana yang dibangun meliputi sumur bor, tandon air, menara tandon, serta perlengkapan pendukung lainnya. Dalam pelaksanaannya, LMI menjalin kerja sama dengan Yayasan Manarul Ilmi ITS, Yayasan Teman Jalan Kebaikan, dan Bumi Bhakti Foundation Surabaya.
Perwakilan LMI, Resma Edhi Satria menjelaskan bahwa sejak tahun 2023, pihaknya telah konsisten membangun fasilitas air bersih di berbagai titik rawan kekeringan di Bojonegoro.
“Selama ini kami telah membangun sarana air bersih di 21 lokasi yang tersebar di 18 desa dan 10 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan data yang kami miliki, bantuan ini telah dirasakan manfaatnya oleh 801 KK atau setara dengan 1.397 jiwa,” ujar Resma.
Ia berharap, ke depannya LMI dapat semakin fokus dan memperluas jangkauan bantuan untuk membantu masyarakat yang masih membutuhkan akses air bersih.
Kontributor : Rezma
