Lomba Mewarnai HUT BPR Bojonegoro: Pesta Rakyat atau Ladang Juara Warga Luar Bojonegoro?

admin
IMG 20260521 WA0009

BOJONEGORO – Gelaran lomba mewarnai tingkat TK dan SD dalam rangkaian peringatan HUT ke-3 Dekade / ke-30 thn PT BPR Bank Daerah Bojonegoro (Perseroda), Rabu (20/5/2026), justru meninggalkan rasa pahit di hati warga setempat. Alih-alih menjadi kebanggaan dan ajang berkarya anak-anak lokal, acara yang digadang-gadang sebagai perayaan milik lembaga daerah ini berubah jadi kontroversi, setelah seluruh gelar juara ternyata dikuasai peserta dari luar Kabupaten Bojonegoro.

Kamis (21/05/2026) Kekecewaan mendalam diungkapkan salah satu orang tua peserta berinisial TT. Baginya, langkah panitia membuka pintu selebar-lebarnya bagi peserta dari luar daerah, dinilai keliru dan menyimpang dari tujuan utama acara. Sebagai perayaan ulang tahun lembaga keuangan milik daerah, seharusnya prioritas dan kesempatan besar ada di tangan anak-anak warga Bojonegoro.

“Saya sangat kecewa sekali dengan panitia dan pihak BPR. Ini kan acara ulang tahun BPR Bojonegoro, milik kita semua, seharusnya jadi sarana berbagi kebahagiaan dan memberi peluang bagi anak-anak sini. Tapi kenyataannya? Peserta berdatangan dari luar daerah, dan yang paling menyakitkan, mereka yang pulang membawa semua hadiah,” tegas TT dengan nada kesal.

Fakta di lapangan berbicara keras. Tercatat ada lima peserta yang sengaja datang dari Kabupaten Kediri. Hasilnya sungguh ironis: kelima anak tersebut menyapu bersih seluruh gelar juara, mulai dari juara harapan, juara dua, hingga juara utama, baik untuk kategori TK maupun SD. Anak-anak warga lokal hanya bisa menjadi penonton kemenangan tamu dari luar kota.

Aturan pendaftaran memang tertulis “dibuka untuk umum”. Namun, warga mempertanyakan penafsiran panitia atas kata “umum” tersebut. Dalam konteks acara milik lembaga daerah yang berlabelkan nama Bojonegoro, seharusnya makna “umum” itu terbatas bagi warga yang berdomisili di wilayah ini saja, bukan terbuka bebas untuk siapa saja dari kabupaten lain.

“Memang tertulis terbuka untuk umum, tapi logikanya mana ada pesta tuan rumah yang memberi kado istimewa kepada tamu, sementara anak kandungnya sendiri tak dapat apa-apa? Tidak seharusnya menerima peserta dari luar kalau tujuannya memang merayakan warga sini. Ini sangat mengecewakan, seolah-olah kemenangan lebih dicari daripada makna kebersamaan,” kritik TT.

Kebijakan panitia ini dinilai tidak hanya merugikan peluang anak-anak lokal, tapi juga mematikan makna sosial acara itu sendiri. Tujuan awal untuk menghibur dan memberikan apresiasi bagi masyarakat sekitar dianggap gagal total, karena yang menikmati hasil justru pihak luar.

Para orang tua berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Ke depannya, jika acara serupa kembali digelar, panitia harus tegas membuat aturan pembatasan peserta khusus warga Bojonegoro saja. Jangan sampai lagi-lagi, pesta yang seharusnya milik warga setempat, berubah menjadi ajang kemenangan bagi orang lain.

Sementara itu Sutarmini selaku Direktur BPR saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya terkait hal itu pihaknya tidak bisa menemui.

“Ngapunten saya ada undangan OJK, bisa menemui pak Arif atau pak Pras” (red/).

Prasto Dwi Wahjono selaku Direktur kepatuhan SDM dengan didampingi ketua panitia Didik Purwanto menjelaskan, untuk pesertanya yang dari Kabupaten Bojonegoro 90 persen dan dari luar kabupaten Bojonegoro ada 10 persen. Ya mohon maaf karena kan untuk umum, dan juga itukan secara online melalui barkot.

“Kita menerima peserta dari luar daerah karena kemarin pesertanya kurang sedangkan kami targetnya 100 peserta, kemarin saja yang daftar hanya 20 peserta dan ada tambahan dari dinas sendiri ada 40 peserta.

Lebih jelas ungkap Didik, untuk kemarin yang mendapatkan juara setahu saya dari Bojonegoro semua, untuk yang luar Bojonegoro hanya satu di tingkat TK dan untuk di tingkat SDN semua dari Bojonegoro. Karena peserta di tingkat TK yang dari luar Bojonegoro hanya ada 2 saja.

“Untuk rinciannya di tingkat TK ada juara 1-3 dan diraih sekolah 1. Darma Wanita Papunden 1 dari Kecamatan Kediri, 2. Kemala Bayangkara 65 dari Kecamatan Kalitidu, 3. TK Kusnul Aula Plumpang dari Kecamatan Tuban.

Dan untuk juara harapan 1-5 ditingkat TK ada dari 1. TK Sekar melati dari Jenu, Kecamatan Tuban, 2. TK Permata Hati dari Bedahan, dari Kecamatan Babat, 3. TK Al-Hikmah, Kecamatan Malo Bojonegoro, 4. TK ABA Bojonegoro, 5. TK ABA 2 Bojonegoro.

Penulis : Ciprut Laela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *