LMI Gelar FGD Penanganan Sampah Sambut Hari Bumi, Cari Solusi Atasi Banjir di Pungpungan

admin
IMG 20260424 WA0022

Bojonegoro – Memperingati Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, Lembaga Mitra Indonesia (LMI) bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkaho Pungpungan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema penanganan sampah terpadu. Acara ini digelar pada Jumat, 24 April 2026, di kantor BUMDes Berkaho Pungpungan yang baru.

Peringatan Hari Bumi tahun ini mengusung tema besar “Our Power, Our Planet”, yang menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya mencari solusi konkret terhadap permasalahan lingkungan yang selama ini terjadi, khususnya terkait pengelolaan sampah, limbah, dan masalah banjir yang kerap melanda akibat kebiasaan membuang sampah di sungai.

Dalam acara tersebut, narasumber utama yang dihadirkan adalah Mas Imam Muhlas, pengelola Bank Sampah Mandiri Keluarga Harapan (BSMKH) Ngasem. Ia membagikan pengalaman serta strategi sukses pengelolaan sampah, mulai dari sejarah berdirinya BSMKH hingga berbagai penghargaan dan dukungan yang telah berhasil diraih.

Acara berlangsung interaktif dengan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholder). Di antaranya perwakilan Pemerintah Desa (Pemdes), pengurus BUMDes, Ketua RT/RW, Ibu-ibu Fatayat NU, pengurus pasar, hingga perwakilan warga Desa Pungpungan.

Melalui diskusi yang berlangsung hangat, para peserta berhasil merumuskan beberapa poin kesepakatan penting. Kesepakatan tersebut mencakup strategi teknis penanganan sampah warga hingga upaya konkret untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke aliran sungai.

Resma Edhi Satria dari LMI menyampaikan harapannya agar hasil dari diskusi ini dapat segera diimplementasikan.

“Kedepan, kesepakatan yang telah ada akan dieksekusi oleh pihak-pihak terkait. Mudah-mudahan pelaksanaannya lancar dan hasil dari acara ini benar-benar memberikan manfaat yang nyata dan bermakna bagi lingkungan,” ujar Resma.

Sementara itu, Samsul, Ketua RT 12, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, permasalahan banjir yang sering terjadi di wilayahnya selama ini sangat berkaitan erat dengan masalah sampah di sungai.

“Kami berterima kasih banyak atas adanya acara ini. Karena lingkungan kami yang sering terkena banjir akibat sampah di sungai, sekarang ada solusi dan perhatian dari banyak pihak,” ungkapnya dengan antusias.

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat terus tumbuh, sehingga masalah sampah dan banjir di Desa Pungpungan dapat tertangani dengan lebih baik.

Kontributor : Rezma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *