BOJONEGORO – Pembangunan proyek KDMP yang berlokasi di Desa Wadang, Kecamatan Ngasem, kini menjadi sorotan dan menuai keluhan dari masyarakat setempat. Sejak awal pelaksanaan, warga mengaku sudah dirugikan akibat aktivitas pembangunan yang dinilai tidak memperhatikan aspek kelayakan jalan dan kebersihan lingkungan.
Beberapa warga yang diwawancarai mengungkapkan, masalah utama bermula saat tahap pengurukan tanah. Banyak material tanah liat yang terbawa dan berceceran di badan jalan desa, membuat permukaan jalan menjadi licin, becek, dan sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
“Dari awal pembangunan sudah jadi masalah buat kami. Tanah liatnya banyak yang tumpah dan nyebar di jalan, jadi becek dan kotor sekali, serta licin,” keluh salah satu warga.
Tak hanya masalah kebersihan, dampak terparah dirasakan pada kondisi jalan desa yang menjadi akses utama lalu lintas alat berat dan truk pengangkut material. Jalanan yang semula layak kini mengalami kerusakan parah hingga ambles akibat beban kendaraan yang berulang-ulang melintas.
Tidak hanya itu bahkan jalannya di tutup oleh tanah liat, serta di portal mengunakan bambu. Sehingga jalanannya tidak dapat dilalui sama sekali. Jika mau lewat untuk sepedah montor harus memutar menempuh jalan sejauh 10 km dan untuk mobil harus menempuh jalan sejauh 30 km, tambahnya.
Warga berharap pihak pengelola atau kontraktor pelaksana proyek segera turun tangan untuk memperbaiki kerusakan jalan dan melakukan penanganan yang lebih baik agar tidak semakin merugikan masyarakat Desa Wadang dan sekitarnya.
