Tuban – Lembaga Manajemen Infaq (LMI), Baitul Maal Hidayatullah (BMH), dan Nurul Hayat bersinergi membangun sarana air bersih untuk membantu warga dan santri di Dusun Kluncing, Desa Suciharjo, Kecamatan Parengan, Tuban, yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih.
Krisis air bersih menjadi masalah klasik di berbagai daerah di Indonesia, terutama saat musim kemarau. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan ekonomi warga untuk membangun sumur bor dalam.
Inisiatif dari tiga lembaga zakat nasional ini menyasar RT 9 RW 2 Dusun Kluncing, di mana sebagian besar warganya hanya memiliki sumur dangkal yang kering saat kemarau. Pondok Pesantren Al Fattah di lokasi tersebut bahkan harus menyedot air dari sungai di pinggir hutan, yang juga mengering saat musim kemarau.
Ustadz Musafak, seorang warga sekaligus pengajar di pondok pesantren, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Air dari sumur bor ini akan sangat bermanfaat bagi warga serta santri. Sebab, kita tidak perlu mengharapkan air dari daerah lain,” ujarnya.
Program ini meliputi pengeboran sumur, penyediaan tandon air, menara, dan instalasi lainnya. Resma Edhi Satria, koordinator program, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. Pengerjaan proyek dimulai pada Jumat, 22 Agustus 2025, dengan pengeboran untuk mencari sumber air.
Tip: Untuk membuat berita lebih menarik, tambahkan kutipan dari warga atau santri yang merasakan langsung manfaat dari program ini.
Penulis : Resma
Editor : Ciprut Laela
