Semarak HJB ke-349, Lomba PAI Ceria Libatkan Ratusan Pelajar SD dan SMP di Bojonegoro

admin
IMG 20261008 094611

BOJONEGORO – Semarak Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 diwarnai kegiatan positif dan edukatif melalui Lomba PAI Ceria, yang mengangkat dua cabang lomba, yakni Pidato Islami (Pidacil) dan Nasyid atau menyanyi religi.

Kamis (08/10/2026), Kegiatan tersebut dilaksanakan selama empat hari, yakni mulai hari ini, sampai selesai Lomba diikuti ratusan pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. IMG 20261008 095122

Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) sekaligus Sekretaris Panitia Pelaksana Kegiatan, Pujiono, mengatakan kegiatan Lomba PAI Ceria digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro ke-349.

“Awalnya ada empat kegiatan yang akan dilaksanakan. Namun karena waktunya bersamaan dengan MTQ dan berbagai kegiatan lainnya, akhirnya diringkas menjadi dua kegiatan, yaitu Pidacil dan Nasyid,” ujar Pujiono.

Antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut cukup tinggi. Untuk kategori Pidacil, tercatat sebanyak 56 peserta tingkat SD dan 44 peserta tingkat SMP. Sementara untuk kategori Nasyid, terdapat 56 peserta tingkat SD dan 45 peserta tingkat SMP.

Peserta berasal dari sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan saja.

Tidak terdapat persyaratan khusus bagi peserta. Setiap lembaga pendidikan diharapkan mengirimkan maksimal dua peserta dengan ketentuan kelas yang relatif bebas. Untuk jenjang SD, peserta didominasi siswa kelas 5 dan 6, sedangkan tingkat SMP rata-rata berasal dari kelas 8 dan 9.

Selain menjadi ajang kompetisi, Lomba PAI Ceria diharapkan mampu menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat, keberanian tampil di depan umum, kemampuan berkomunikasi, serta kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman.

Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri profesional dari berbagai latar belakang. Dewan juri terdiri dari unsur dai/mubaligh, yakni Kyai Shonhaji, unsur akademisi dari Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), Agus Sholichuddin, serta Bakhtiar dari IAIN.

Dalam perlombaan tersebut, panitia hanya menetapkan Juara 1, Juara 2, dan Juara 3, tanpa kategori juara harapan.

Para pemenang akan mendapatkan uang pembinaan. Juara 1 memperoleh Rp3.000.000, Juara 2 sebesar Rp2.000.000, dan Juara 3 sebesar Rp1.000.000 untuk masing-masing cabang perlombaan.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap Lomba PAI Ceria tidak sekadar menjadi ajang mencari juara, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda Bojonegoro untuk menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, serta kecintaan terhadap seni dan syiar Islam.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat perayaan Hari Jadi Bojonegoro ke-349, dengan menghadirkan generasi pelajar yang religius, kreatif, dan berprestasi.

Penulis : Ciprut Laela 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *