Semarak HUT ke-81 Jatim, 350 SMK Buka Servis Motor Gratis, Bojonegoro Dapat Kuota 264 Unit

admin
IMG 20261007 090412

Foto : Kasi SMK cabang dinas Bojonegoro dan Tuban

BOJONEGORO – Memeriahkan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, sebanyak 350 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur akan membuka layanan servis sepeda motor gratis bagi masyarakat yang akan di laksanakan pada, Kamis (8/10/2026).

Program yang digagas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tersebut menargetkan sebanyak 8.100 sepeda motor mendapatkan layanan servis secara gratis. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi siswa SMK, khususnya kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM), untuk mengasah keterampilan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Rabu (07/10/2026), Kepala Seksi (Kasi) SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Unsa Hudiana, S.Pd., S.Kom., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur.

“Karena ini Hari Jadi Jawa Timur yang ke-81, Dinas Pendidikan Jawa Timur melalui SMK di Jawa Timur mengadakan kegiatan servis motor gratis. Targetnya secara keseluruhan ada 8.100 sepeda motor yang akan mendapatkan layanan servis,” jelas Unsa.

Menurutnya, jenis layanan yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan, peralatan, tenaga, serta waktu yang tersedia di masing-masing sekolah. Servis ringan antara lain meliputi penyetelan rantai, pemasangan atau penggantian ban, dan pekerjaan teknis ringan lainnya.

Sementara untuk kategori sedang, layanan dapat mencakup penggantian sparepart tertentu, penggantian oli, maupun pekerjaan lain yang masih memungkinkan diselesaikan dalam waktu pelaksanaan kegiatan.

“Untuk kategori berat sepertinya sulit dilakukan karena keterbatasan waktu. Pelaksanaannya hanya satu hari, sehingga masing-masing sekolah menyesuaikan dengan kemampuan peralatan dan tenaga yang dimiliki,” terangnya.

Bojonegoro Targetkan 264 Sepeda Motor

Untuk wilayah Kabupaten Bojonegoro, terdapat 264 unit sepeda motor yang menjadi target layanan servis gratis. Sementara Kabupaten Tuban mendapatkan target sebanyak 61 unit.

Unsa mengatakan, perbedaan kuota antar sekolah disesuaikan dengan kesiapan masing-masing sekolah, baik dari sisi peralatan maupun jumlah tenaga yang tersedia.

“Di Bojonegoro, sekolah yang memiliki peralatan lebih lengkap dan tenaga lebih banyak tentu mendapatkan kuota yang lebih besar. Setiap sekolah tidak sama, ada yang mampu melayani 10 motor, 15 motor, atau 20 motor,” jelasnya.

Di Kabupaten Bojonegoro, program tersebut melibatkan SMK negeri maupun swasta yang memiliki konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM).

Untuk SMK negeri, di antaranya SMKN 1 Dander, SMKN 3 Bojonegoro, SMKN 1 Baureno, SMKN Ngasem, SMKN Sumberrejo, dan SMKN Sekar.

Sedangkan dari SMK swasta terdapat SMK Gedungadem, SMK Taruna Balen, SMK Darul Ulum Baureno, SMK Wakhid Hasyim, SMK Pemuda Taruna Dander, SMK 3 Sumberrejo, serta SMK Muhammadiyah 1 Sumberrejo.

Sementara di Kabupaten Tuban ada 3, sekolah yang turut berpartisipasi antara lain SMK Rengel, SMK Sunatunnur dan SMK Siang.

Unsa menambahkan, pelaksanaan servis tidak hanya melibatkan siswa. Setiap sekolah juga mendapatkan pendampingan dari guru serta unsur mitra yang telah bekerja sama dengan sekolah.

“Pendampingannya ada dari guru pendamping sekolah dan juga dari unsur yang memang sudah bekerja sama dengan sekolah. Jadi pelaksanaannya menyesuaikan masing-masing sekolah,” ujarnya.

SMK Baureno Miliki Peralatan Paling Lengkap

Dari sejumlah SMK di Bojonegoro yang memiliki kompetensi TSM, SMK Baureno disebut memiliki kelengkapan peralatan yang cukup mendukung untuk kegiatan teknis sepeda motor.

“Untuk di Bojonegoro, yang alatnya paling lengkap dalam sistem teknis ada di SMK Baureno,” kata Unsa.

Menurutnya, kegiatan servis gratis tersebut tidak sekadar memberikan pelayanan kepada masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk menerapkan ilmu yang selama ini diperoleh di sekolah secara langsung di lapangan.

Sebelum mendapatkan layanan, masyarakat yang ingin mengikuti program servis gratis diwajibkan mengisi data diri, jenis sepeda motor, nomor polisi, nomor telepon, serta menyampaikan keluhan atau kendala pada kendaraan.

Libatkan 350 SMK di Jawa Timur

Secara keseluruhan, sebanyak 350 SMK di Jawa Timur akan membuka layanan servis sepeda motor gratis secara serentak pada Kamis (8/10/2026), mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus mengimplementasikan pendidikan vokasi yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Mari manfaatkan servis sepeda motor gratis yang dilakukan anak-anak SMK kami. Mari semarakkan HUT ke-81 Pemprov Jatim, dukung penuh kompetensi siswa. SMK Jatim siap berkarya untuk masyarakat,” kata Aries, pada Selasa (6/10/2026) lalu saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon nya.

Program tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat secara langsung kemampuan siswa SMK dalam menangani kendaraan bermotor, khususnya siswa yang mengambil konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor.

Pembelajaran di SMK sendiri lebih banyak menitik beratkan pada praktik, dengan komposisi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori. Kemampuan siswa juga diperkuat melalui pendampingan tenaga ahli, uji kompetensi bersertifikat, kelas industri, praktik kerja industri hingga program perekrutan oleh perusahaan.

Di Jawa Timur sendiri terdapat 426 SMK yang memiliki konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor dengan total 57.094 siswa. Rinciannya, 97 SMK negeri dengan 19.700 siswa dan 329 SMK swasta dengan 37.394 siswa.

Khusus kegiatan servis gratis dalam rangka HUT ke-81 Jawa Timur, sebanyak 350 SMK TSM berpartisipasi dengan melibatkan sekitar 55.035 siswa.

Dari target 8.100 sepeda motor, SMK negeri menargetkan pelayanan terhadap 2.795 unit atau 34,51 persen, sedangkan SMK swasta menargetkan 5.305 unit atau 65,49 persen.

Melalui kegiatan tersebut, kemampuan teknis siswa diharapkan semakin terasah sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Program ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada kemampuan siswa di dalam kelas, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Dengan semangat Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, layanan servis motor gratis ini diharapkan menjadi momentum bagi SMK untuk semakin menunjukkan kualitas dan kompetensi siswanya, sekaligus mendekatkan dunia pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Penulis : Ciprut Laela 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *