Bojonegoro – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan konten digital marketing melalui platform TikTok bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (24/06/2026).
Kegiatan yang diketuai oleh M. Iqbal Tawakkal, S.Pd., M.Pd. ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk sehingga mampu bersaing di era digital yang semakin berkembang.
Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan pelaku UMKM, ditemukan bahwa sebagian besar pemasaran produk masih dilakukan secara konvensional dan belum memanfaatkan media sosial secara optimal. Padahal, platform digital seperti TikTok memiliki potensi besar dalam membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar, meningkatkan interaksi dengan konsumen, serta memperkuat branding produk.
Ketua Tim PKM, M. Iqbal Tawakkal, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada pelaku UMKM dalam memanfaatkan TikTok sebagai media promosi yang efektif.
“Melalui program ini kami memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM agar mampu membuat konten promosi yang menarik melalui TikTok. Harapannya, produk UMKM Desa Pungpungan dapat dikenal lebih luas, memiliki daya saing yang lebih baik, dan mampu meningkatkan penjualan melalui pemanfaatan media digital,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar digital marketing, strategi pemasaran melalui media sosial, teknik pengambilan video produk menggunakan telepon genggam, penyusunan naskah promosi sederhana, teknik editing video, penggunaan musik dan efek visual, hingga strategi penulisan caption dan hashtag yang menarik.
Selain menerima materi, peserta juga melakukan praktik secara langsung dengan membuat konten promosi untuk produk UMKM masing-masing. Tim PKM mendampingi peserta mulai dari proses pengambilan gambar produk, editing video, hingga pengunggahan konten ke akun TikTok usaha yang telah dibuat.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pelaku UMKM aktif mengikuti sesi diskusi dan praktik pembuatan konten digital. Melalui kegiatan ini, peserta berhasil menghasilkan berbagai konten promosi yang dapat digunakan sebagai media pemasaran produk secara berkelanjutan.
Kepala Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu, Slamet Hariyadi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada tim PKM UNUGIRI Bojonegoro atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim PKM Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro yang telah melaksanakan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM di Desa Pungpungan. Kegiatan ini memberikan wawasan dan keterampilan baru kepada masyarakat dalam memanfaatkan media sosial, khususnya TikTok, sebagai sarana promosi usaha. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan penjualan produk UMKM dan kesejahteraan masyarakat desa,” ungkap Slamet Hariyadi.
Salah satu peserta kegiatan juga mengaku mendapatkan manfaat besar dari pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam kegiatan pemasaran produk sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM tidak hanya memahami konsep digital marketing, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam membuat konten promosi yang menarik dan sesuai dengan tren pemasaran digital saat ini.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas M. Iqbal Tawakkal, S.Pd., M.Pd., Dr. Sahri, S.Pd.I., M.Pd.I., dan Ita Aristia Sa’ida, S.Pd., M.Pd., bersama mahasiswa pendamping sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui program ini, UNUGIRI Bojonegoro terus berkomitmen mendukung transformasi digital UMKM dan pemberdayaan masyarakat desa guna meningkatkan daya saing produk lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
