Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menguatkan upaya penanganan genangan air di kawasan perkotaan melalui kerja sama sinergis antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Langkah penanganan yang terukur, baik jangka pendek maupun menengah, melibatkan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Bidang air baku dan irigasi O dan P (operasi dan pemeliharaan) Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Bungku Susilowati, menjelaskan bahwa kondisi yang terjadi beberapa waktu terakhir bukan merupakan banjir besar, melainkan genangan yang disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat.
“Kami telah berkoordinasi secara intensif dengan Dinas PU Cipta Karya dan membentuk grup kerja bersama untuk mempercepat respons penanganan di lapangan,” ujar Bungku.
Jumat (27/02/2026) Berdasarkan pemantauan di sejumlah titik genangan, tinggi air rata-rata berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter. Kondisi tersebut dapat ditangani dengan cepat karena setelah pompa air dioperasikan, genangan biasanya surut dalam waktu kurang lebih 30 menit.
“Meskipun terjadi di beberapa ruas jalan kabupaten, seluruh titik genangan terus kami pantau dan tangani secara bertahap sesuai dengan kondisi lapangan,” tambahnya.
Sebagai solusi berkelanjutan untuk mengurangi potensi genangan di masa depan, Dinas PU SDA juga melakukan program normalisasi sungai dan pembersihan Kali Afur di wilayah perkotaan. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tampung dan kelancaran aliran air menuju sungai utama.
Proses normalisasi meliputi pengerukan sedimen, pembersihan sampah, serta perawatan rutin pada saluran air guna menghindari hambatan aliran saat musim penghujan tiba. “Kami akan terus melakukan pembersihan dan pemeliharaan agar fungsi drainase tetap optimal. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meminimalisir genangan dan menjamin kenyamanan serta keselamatan masyarakat,” tegas Bungku.
Pemkab Bojonegoro menegaskan akan terus meningkatkan sistem pengendalian air perkotaan, khususnya menjelang dan selama musim penghujan.
Penulis : Ciprut Laela
