Bojonegoro, 20 September 2025 – Menu makanan dari dapur MBG milik (H) Yayasan Cipta Jagad Nusantara SPPG Karangpacar Kabupaten Bojonegoro yang beralamat-kan di Jl. jaksa Agung Suprapto No. 177 Kel. Karangpacar, yang disajikan untuk siswa SMPN 5 Bojonegoro dan TK Tunas Harapan menuai keluhan dari guru dan wali murid. Pasalnya, makanan yang seharusnya menjadi asupan gizi bagi anak-anak tersebut diduga tidak layak konsumsi karena basi.
Kepala SMPN 5 Bojonegoro Mustofa mengungkapkan, bahwa selama satu minggu terakhir, menu sayuran yang disajikan oleh dapur MBG seringkali basi. “Pertama itu menu pecel, lalu sayur tahu juga basi. Kami para guru sudah komplain, tapi pihak dapur hanya meminta maaf saja. Ini kan bisa membahayakan anak-anak,” ujarnya.
“Saat ditanya mengenai siapa pemilik dapur yang memasok makanan di SMP 5 tersebut, pihaknya menjawab, katanya pengantar MBG, dapur MBG ini milik (H) pemilik Go fun.”
Keluhan serupa juga datang dari salah satu orang tua siswa SMPN 5. “Iya, sayurnya basi. Anak saya sampai rumah, sakit perut dan diare. Saya takutnya nanti kejadian seperti di kabupaten lain, banyak yang keracunan. Tolonglah, pihak pemilik dapur diperhatikan kualitas dan menunya,” ungkapnya dengan nada khawatir.
Bukan hanya siswa SMPN 5 yang menjadi korban. Salah satu orang tua siswa TK Tunas Harapan juga menyampaikan kekecewaannya. “MBG ini kan jadi prioritas anak katanya bisa mencegah stanting, tapi saya rasa malah jadi bumerang bagi kesehatan anak-anak. Anak TK kan tidak didampingi orang tua, takutnya langsung dimakan saja. Makanya, anak saya selalu saya kasih tahu jangan dimakan, bawa pulang saja biar tahu menu MBG itu layak dikonsumsi atau tidak. Dalam satu minggu kemarin, sayur basi, kadang buahnya busuk,” tuturnya.
Orang tua tersebut juga menyayangkan pihak dapur yang terkesan tidak peduli dengan kualitas makanan yang disajikan. “Haduh, ini nyawa anak kok dijadikan ladang bisnis oleh para oknum orang kaya. Coba yang punya dapur, apakah dia mau memakan menu seperti itu?” tanyanya dengan nada geram.
Hingga berita ini diturunkan, (H) saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya tidak menjawab. Diharapkan, pihak terkait segera turun tangan untuk menindaklanjuti masalah ini agar tidak membahayakan kesehatan anak-anak.
Penulis : Ciprut Laela
