Oknum TNI Diduga Bekengi SMKN 4 Bojonegoro, Kepala Sekolah Bungkam Soal Sumbangan

admin
Images (2)

Bojonegoro – Dugaan keterlibatan oknum anggota TNI dalam melindungi SMKN 4 Bojonegoro mencuat. Isu ini semakin berkembang setelah adanya indikasi bahwa pihak sekolah, khususnya kepala sekolah, terkesan enggan memberikan informasi secara terbuka kepada publik dan media terkait sumbangan SPP, Komite, Dan Juga sumbangan Insidental sekolah.

Saat dikonfirmasi mengenai berbagai sumbangan yang ada di sekolah, Kepala SMKN 4 Bojonegoro, Pak Fattah, mengarahkan wartawan untuk menghubungi seorang oknum anggota TNI berinisial “W”. “Saya ini saudaranya (W) anggota TNI, sampean bisa tanya ke (W) dulu ya mas,” ujarnya, pada Rabu (03/09/2025). 

Ketika oknum TNI “W” dikonfirmasi melalui pesan singkat, ia justru balik bertanya, “Membekingi itu apa mbak?? Kok Pertanyaan pean kayak gitu..” Saat disinggung lebih lanjut mengenai kebenaran dugaan tersebut, ia tidak memberikan jawaban.

Pernyataan ini menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat dan pengamat pendidikan. Muncul dugaan bahwa “bantuan” yang dimaksud mengarah pada upaya perlindungan atau backing dari oknum TNI terkait pengelolaan sumbangan di sekolah.

SPP Gratis, Sumbangan Jadi Sorotan

Di tengah isu ini, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa biaya SPP untuk siswa SMA/SMK Negeri di Jawa Timur adalah gratis. “SPP SMA/SMK negeri se Jawa Timur gratis. Jadi tidak ada biaya untuk SPP bagi siswa atau siswi,” kata Aries dalam keterangan tertulis yang diterima (dikutip dari detik.com Minggu (31/08/2025), saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya.)

Aries menjelaskan bahwa sumbangan dari wali murid kepada sekolah memang ada, namun sifatnya sukarela dan dikelola oleh komite sekolah sesuai dengan Peraturan Mendikbud 75 Tahun 2016. “Yang ada itu sumbangan, dan bukan SPP. Dan saya tegaskan sumbangan itu dikelola oleh komite sekolah. Sifatnya sukarela. Wali murid tidak diwajibkan memberi sumbangan,” tegas Aries.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lebih lanjut dari pihak TNI maupun SMKN 4 Bojonegoro terkait dugaan ini. Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera melakukan investigasi untuk mengungkap kebenaran dan memastikan transparansi dalam pengelolaan pendidikan di SMKN 4 Bojonegoro, terutama terkait sumbangan yang ada.

Penulis : Ciprut Laela 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *